Semuanya pada joget-joget dan beraib-aib ria. Sedangkan gewe cuma bagian lighting, cameraman, dan bagian ngedit video.Udahlah gak usah dipanjang lebarin, nih liat langsung ajaaa
16 Mar 2013
Kiss you :*
Jumat minggu kemaren kita, anak 14, tapi cuma ada 9, bikin video. Video gila. Cover buat lagu 1d, kiss you.
Semuanya pada joget-joget dan beraib-aib ria. Sedangkan gewe cuma bagian lighting, cameraman, dan bagian ngedit video.Udahlah gak usah dipanjang lebarin, nih liat langsung ajaaa
Semuanya pada joget-joget dan beraib-aib ria. Sedangkan gewe cuma bagian lighting, cameraman, dan bagian ngedit video.Udahlah gak usah dipanjang lebarin, nih liat langsung ajaaa
12 Mar 2013
For.. To.. For.. To..
Cerita 1
Aku suka. Suka sekali dengan pizza. Sewaktu ketika mama
pulang membelikanku pizza ukuran jumbo. Disaat mama pulang, aku masih tertidur
pulas. Dan ketika aku terbangun…. Hanya tersisa satu pizza. Aku menahan
keinginanku untuk memakannya. Kubawa pizza itu ke sekolah. Lagi dan lagi. Teman
sebangku ku menatap pizza ku seperti ingin memakannya juga. Aku tak tega
melihatnya. Aku memang suka sekali dengan pizza itu, tapi aku tidak bisa
melihat temanku seperti itu. Akhirnya kurelakan pizza ku untuk dia. Dalam
sekejap aku lupa akan perasaanku. Aku tidak tahu apakah tadi aku merasa senang
atau berat hati. Yang jelas itu sih aku-masih-suka-pizza. Sekian dan terima
kasih.
Cerita 2
Akhirnya aku membeli buku tulis baru lagi. Buku dengan warna
yang berbeda. Tapi apa yang akan kulakukan dengan buku lamaku? Buku lamaku Ini
penuh sejarah. Buku ini sesuatu yang penting untukku, tapi buku ini sudah
penuh. Tak ada tempat untuk menulis lagi. Apa yang sebaiknya kulakukan?
Menyimpannya atau membuangnya? Aaah aku tahu. Aku harus menyimpannya dengan
rapi, begitupula dengan sejarah yang ada didalamnya! Lalu aku mulai menulis di
buku yan baru dengan sejarah yang baru pula. Aku yakin tulisanku di buku yang
baru pasti lebih baik :D
Gak jelas. Aneh. Emang sengaja gue bikin sedemikian aneh supayaaaa orang-orang gak ngerti, tapi kayaknya pada ngerti-_- Yaudahlahyaaa~ Kiiiweuwh yg ngerasa langsung kasih tau gue yaa, oke gak penting banget.
Apa kabar?
Ketika bintang-bintang tak menghiasi indahnya malam, saat
itu juga aku akan menghilang dari indahnya kehidupanmu. Tapi aku akan kembali
lagi kepadamu ketika bintang-bintang itu muncul lagi.
Ketika langit meredupkan cahayanya, saat itulah kamu tak terlihat
lagi. Tapi ketika pagi menjelang, kenapa kamu tetap tidak terlihat? Sulitkah
untuk menunjukkan dirimu lagi?
Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Sudahkah kau makan?
Apa kebiasaanmu masih sama seperti waktu itu? Apa kau memikirkan ku sekarang?
Apa kau tahu aku memikirkanmu setiap saat? Tahukah kau sekarang aku ada dimana?
Aku disini. Aku akan selalu ada disini untukmu. Aku rela kau membagi
kesedihanmu padaku. Aku siap membagi kebahagianku padamu. Tapi… akankah kau mau
melakukan apa yang kulakukan? Aku tidak bermaksud untuk mendapat balasan
darimu. Aku hanya ingin tahu. Hanya ingin tahu.
6 Mar 2013
Malam
Entah kenapa gue lagi pengen ngebahas “malam” padahal
perasaan gue lagi gak segelap malam hari, oh.
Malam hari itu indah, meskipun gelap tapi tetep indah karena
ditaburi bintang-bintang kecil nan elok serta satu bulan yang turut serta mempercantik
langit.
Malem hari itu sejuk, semilir angin malam tuh berhenti
sejenak di hidung terus masuk ke anggota pernapasan lain secara perlahan dan
itu rasanya tenang banget.
Malem hari itu enak buat galau, ditemani laptop dan musik
malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk menggalau. Satu hal, galau itu
gak cuma pas malming doang kalii, tiap hari juga bisa, gue berasa pakar galau
ye-_-
Malem hari itu tenang, mungkin karena rumah gue di dalem
jadinya gak denger apa-apa.
Malam hari sama pagi hari, beda tipis, sebelas duabelas
laah. Sama-sama sejuknya, tenangnya, indahnya. Perbedaan yang signifikan
adalaaah malem hari itu saatnya kita mengakhiri hari, kalo pagi hari saatnya
kita mengawali hari.
Dan sampai disini saja dulu ya perbincangan kita, lagi mumet
niich, byeee :*
Topeng
Berapa banyak orang yang memakai topeng?
Berapa banyak orang yang membohongi perasaannya?
Sekuat apa mereka semua sampai-sampai bisa bermuka dua?
Sekuat apa mereka menahan semua yang ada dihatinya?
Apa rumus yang mereka pakai?
Apa ada jalan untuk merubah mereka?
Bagaimana caranya membuka topeng mereka semua?
Apa mereka pernah membuka topeng itu? Dimana? Kepada siapa?
Masih banyak lagi pertanyaan yang memenuhi kepalaku. Satu
hari tidak akan cukup untuk menuliskannya. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak
ditujukan kepada ‘mereka’ saja, tapi juga untukku. Aku merasa hina jika aku
menyatakan bahwa diriku tidak munafik. Aku yakin pasti semua orang pernah
bermuka dua. Aku yakin itu. Banyak orang yang menunjuk orang lain munafik,
padahal dirinya sendiri jauh lebih munafik. Kurasa kita sendiri tidak akan
pernah menyadari kita munafik atau tidak, hanya Allah yang tahu semua itu.
“Aku takut sekali memakai topeng yang tidak jelas rupanya
ini. Aku ingin melepas topeng ini, tapi apa aku sanggup menerima kenyataan yang
ada di depanku nanti? Apakah orang-orang sekitarku akan melihatku aneh?”
Mungkin saat pertama kali kita melepas topeng, kita akan lebih sering
diolok-olok, tapi kita harus bisa menghadapi semua itu. Semua terjadi karena
Allah dan semua yang terjadi memiliki alasan tersendiri dan jawaban tersendiri.
Biarlah waktu yang akan menjawab semua pertanyaan.
Subscribe to:
Comments (Atom)

