Waaah udah lama ya nggak ngepost lagi, kemaren sibuk,
biasalaaah…
Oh iya post ini kan post pertama gue di tahun 2013, jadi gue
mau kasih beberapa quotes gitu deeh. Masa di salah satu quotes ini ada yang
bikin gue nangis wkwk-_- abisnya dalem sih jadinya pengen nangis. Kalo ada yang
bisa nebak mana quotes yang bisa bikin gue nangis, nanti gue kasih denger suara
gue yang merduuu (?) :
“Aku memang telah menemukannya, tapi tidak memetiknya. Karena kupikir, bunga yang di depannya pasti ada yang lebih indah. Namun ketika sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, tapi aku tak bisa kembali ke belakang!” jawab Gibran.
Sang Guru berkata lembut, “Inilah
hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin kita tak akan
mendapatkannya. Karena kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang
ada hanya keikhlasan hati kita untuk menerima yang ada.”
Tak perlu ke ujung
dunia untuk mencari kesempurnaan. Sederhana saja, kesempurnaan bukanlah
sebuah tujuan, melainkan sebuah proses yang tiada akhir. Jadi, nikmati
saja hidup kita.
Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya bertanya, “Setelah saya menyakitimu, kamu menulis di pasir. Dan sekarang, kamu menulis di batu, mengapa?"
Temannya menjawab, “Ketika
seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir, di mana
angin maaf dapat menghapusnya pergi. Tetapi, ketika seseorang melakukan
sesuatu yang baik pada kita, kita harus mengukirnya di batu, karena
angin tidak akan bisa menghapusnya.”
Belajarlah menulis sakit di pasir dan mengukir keuntungan kita pada batu.
Mereka mengatakan,
membutuhkan satu menit untuk menemukan orang yang spesial, satu jam
untuk menghargainya, sehari untuk mencintai mereka, tetapi kemudian
seumur hidup untuk melupakan mereka.
Hargailah tidak saja hal-hal yang kita miliki, tetapi juga nilai-nilai yang kita miliki dalam hidup.
Sebuah lirik lagu yang mengatakan, “Berhati-hatilah pada apa yang kau inginkan, karena kau bisa saja mendapatkan semuanya,” sepertinya memang tidak berlebihan.
“Be careful what you wish for, because you just might get it all” – Home by Daughtry
jika berikutnya kita
mendengar seseorang sedang menghadapi masalah dan berpikir itu tidak
berpengaruh pada kita, ingat: ketika salah satu dari kita terancam, kita
semua berisiko.
Kita semua terlibat
dalam perjalanan yang disebut kehidupan. Kita harus bekerjasama mencari
jalan keluar dan berusaha ekstra untuk menolong satu sama lain.
Setiap dari kita adalah benang penting dalam permadani orang lain.
Setiap orang yang paling berbahagia tidak harus memiliki segala sesuatu
yang terbaik, tapi mereka berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka
miliki. Hidup bukan hanya tentang perjuangan taklukkan badai, tapi juga
bagaimana tetap menari di bawah hujan.
Sebuah kutipan yang mengatakan bahwa “They may forget what you have said, but they will never forget how you made them feel,” sepertinya memang tidak berlebihan.
“Mereka mungkin lupa
apa yang pernah kau katakan, tapi mereka tidak akan pernah lupa
bagaimana kau membuat hati mereka merasakannya.”
Hanya dalam keadaan tenang, kita bisa melihat kebenaran. Ketika
kecurigaan semakin mendesak untuk diutarakan, tenangkanlah diri kita,
dan jauhkan prasangka-prasangka buruk pada orang lain.
Sebuah pepatah tentang ibu, “God could not be everywhere, so he created mothers”
(Tuhan tidak bisa berada dimana saja, jadi Ia ciptakan para Ibu).
Inilah yang terjadi, Tuhan sedang menguji manusia, khususnya sang kepala
suku, melalui ibunya.
Tuhan bisa menguji
kita dalam segala situasi, melalui siapa saja dan apa saja. Yang bisa
kita lakukan adalah tetap menjadi bijak dan tidak melupakan kasih sesama
manusia.
“Kamu berhasil
dengan baik, anakku. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini
tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan
sesuatu dengan amarah, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang
ini, dihati orang lain.”
“Ketika kamu bersabar satu kali ketika marah, kau baru saja melewatkan seratus hari kesedihan.” –Peribahasa Cina
Kebahagiaan, seperti
juga kesusahan, bisa menular pada siapa saja di sekeliling kita.
Kebahagiaan adalah pilihan. Dan siapkah kita menularkan kebahagiaan hari
ini?
Bisa menerima adalah suatu berkah, namun bisa memberi adalah anugerah.
Fokuskan kehidupan
kita dengan memberi dan berhenti mengeluh. Karena setiap hal akan terasa
menakjubkan tepat ketika kita berhenti mengeluh.
“Lingkungan kita akan mencerminkan harga kita.” – Anonim.
Bila kita berada di
lingkungan yang bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri kita, maka kita
akan menjadi cemerlang dan berharga.
Sederhana saja,
ilustrasinya adalah; Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang
sama, namun dengan lingkungan yang berbeda, akan menghasilkan nilai yang
berbeda.
“Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.”-Henry Ford
Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran
atau serangan, tapi pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan
rasa nggak enaknya sama kita, semata-mata hanya untuk membuat diri kita lebih
baik.
Kalau kita yakin terhadap sesuatu, kita letakkan itu di
kepala kita dan kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan
berbuat jauh dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali
lebih kuat dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,
serta mulut yang akan selalu berdoa.
Dan selama ribuan langkah kaki ini, selama hati ini
bertekad, hingga semuanya bisa terwujud sampai di sini, jangan pernah sekalipun
kita mau menyerah mengejar mimpi kita.
No comments:
Post a Comment