Pages

17 Jan 2013

Berjumpa Lagiii

Waaah udah lama ya nggak ngepost lagi, kemaren sibuk, biasalaaah…
Oh iya post ini kan post pertama gue di tahun 2013, jadi gue mau kasih beberapa quotes gitu deeh. Masa di salah satu quotes ini ada yang bikin gue nangis wkwk-_- abisnya dalem sih jadinya pengen nangis. Kalo ada yang bisa nebak mana quotes yang bisa bikin gue nangis, nanti gue kasih denger suara gue yang merduuu (?) :

Aku memang telah menemukannya, tapi tidak memetiknya. Karena kupikir, bunga yang di depannya pasti ada yang lebih indah. Namun ketika sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, tapi aku tak bisa kembali ke belakang!” jawab Gibran.
Sang Guru berkata lembut, “Inilah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin kita tak akan mendapatkannya. Karena kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanya keikhlasan hati kita untuk menerima yang ada.”
Tak perlu ke ujung dunia untuk mencari kesempurnaan. Sederhana saja, kesempurnaan bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses yang tiada akhir. Jadi, nikmati saja hidup kita.


Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya bertanya, “Setelah saya menyakitimu, kamu menulis di pasir. Dan sekarang, kamu menulis di batu, mengapa?"
Temannya menjawab, “Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir, di mana angin maaf dapat menghapusnya pergi. Tetapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik pada kita, kita harus mengukirnya di batu, karena angin tidak akan bisa menghapusnya.”
Belajarlah menulis sakit di pasir dan mengukir keuntungan kita pada batu.
Mereka mengatakan, membutuhkan satu menit untuk menemukan orang yang spesial, satu jam untuk menghargainya, sehari untuk mencintai mereka, tetapi kemudian seumur hidup untuk melupakan mereka.
Hargailah tidak saja hal-hal yang kita miliki, tetapi juga nilai-nilai yang kita miliki dalam hidup.


Sebuah lirik lagu yang mengatakan, “Berhati-hatilah pada apa yang kau inginkan, karena kau bisa saja mendapatkan semuanya,” sepertinya memang tidak berlebihan.
Be careful what you wish for, because you just might get it all” – Home by Daughtry


jika berikutnya kita mendengar seseorang sedang menghadapi masalah dan berpikir itu tidak berpengaruh pada kita, ingat: ketika salah satu dari kita terancam, kita semua berisiko.
Kita semua terlibat dalam perjalanan yang disebut kehidupan. Kita harus bekerjasama mencari jalan keluar dan berusaha ekstra untuk menolong satu sama lain.
Setiap dari kita adalah benang penting dalam permadani orang lain.


Setiap orang yang paling berbahagia tidak harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, tapi mereka berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. Hidup bukan hanya tentang perjuangan taklukkan badai, tapi juga bagaimana tetap menari di bawah hujan.

Sebuah kutipan yang mengatakan bahwa “They may forget what you have said, but they will never forget how you made them feel,” sepertinya memang tidak berlebihan.
“Mereka mungkin lupa apa yang pernah kau katakan, tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kau membuat hati mereka merasakannya.”


Hanya dalam keadaan tenang, kita bisa melihat kebenaran. Ketika kecurigaan semakin mendesak untuk diutarakan, tenangkanlah diri kita, dan jauhkan prasangka-prasangka buruk pada orang lain.

Sebuah pepatah tentang ibu, “God could not be everywhere, so he created mothers” (Tuhan tidak bisa berada dimana saja, jadi Ia ciptakan para Ibu). Inilah yang terjadi, Tuhan sedang menguji manusia, khususnya sang kepala suku, melalui ibunya.
Tuhan bisa menguji kita dalam segala situasi, melalui siapa saja dan apa saja. Yang bisa kita lakukan adalah tetap menjadi bijak dan tidak melupakan kasih sesama manusia. 


Kamu berhasil dengan baik, anakku. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dengan amarah, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini, dihati orang lain.”
Ketika kamu bersabar satu kali ketika marah, kau baru saja melewatkan seratus hari kesedihan.” –Peribahasa Cina


Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular pada siapa saja di sekeliling kita. Kebahagiaan adalah pilihan. Dan siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini?
Bisa menerima adalah suatu berkah, namun bisa memberi adalah anugerah.
Fokuskan kehidupan kita dengan memberi dan berhenti mengeluh. Karena setiap hal akan terasa menakjubkan tepat ketika kita berhenti mengeluh.


Lingkungan kita akan mencerminkan harga kita.” – Anonim.
Bila kita berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri kita, maka kita akan menjadi cemerlang dan berharga.
Sederhana saja, ilustrasinya adalah; Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama, namun dengan lingkungan yang berbeda, akan menghasilkan nilai yang berbeda.

Thomas Alva Edison, “I haven't failed, I've found 10000 ways that don't work.”


“Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.”-Henry Ford



Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan, tapi pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa nggak enaknya sama kita, semata-mata hanya untuk membuat diri kita lebih baik.


Kalau kita yakin terhadap sesuatu, kita letakkan itu di kepala kita dan kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat jauh dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih kuat dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.


Dan selama ribuan langkah kaki ini, selama hati ini bertekad, hingga semuanya bisa terwujud sampai di sini, jangan pernah sekalipun kita mau menyerah mengejar mimpi kita.
 
 



No comments:

Post a Comment