Aku tersesat sendirian di jalan yang buntu ini. Tak ada orang yang menemaniku. Aku takut..
Aku ingin kembali ke jalan sebelumnya, tapi aku tidak ingat. Bodoh.
Berdiam diri menunggu seseorang datang menolongku dan terus berharap. Hampir gila ku dibuatnya. Berhari-hari tak ada seorang pun datang. Lagipula untuk apa orang-orang datang ke jalan buntu? Haha aku memang bodoh.
Harus berapa lama lagi aku menunggu?? Pikir ku dalam hati.
Sebentar lagi harapanku hilang. Dan ketika harapan ku hampir menghilang.. tiba-tiba ada cahaya terang yang mengarah padaku. Aku seperti kehilangan sadarku. Aku bisa keluar dari tempat menyeramkan ini? Antara tidak percaya dan bahagia.
Aku melihat ke arah orang yang datang ke tempatku itu. Dia seperti bicara 'aku datang, aku akan menuntunmu keluar dari tempat ini', seperti pangeran dengan kuda putihnya. Mungkin aku tidak mengenalnya dengan baik, tapi kenapa hatiku seperti mengenal dia sangat baik?
"Terima kasih tuan telah datang ke tempat menyeramkan ini. Saya tidak tahu jika tuan tidak datang, mungkin saya tidak akan bisa keluar dari sini. Saya sangat berterima kasih kepada tuan"
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya, tapi kenapa begitu sulit? Apa kata itu rumit untuk dikatakan ya? Kenapa mulutku seakan terkunci rapat? Aneh. Aku hanya berharap dia bisa tahu apa yang aku ingin ucapkan itu.
Sekali lagi, terima kasih tuan =)
No comments:
Post a Comment