Seorang pria memasuki sebuah cafe dan menceritakan sebuah lelucon. Semua orang di dalam cafe itu tertawa.
Beberapa saat kemudian pria itu mengulangi leluconnya, namun kali ini hanya beberapa orang saja yang tertawa.
Lima menit kemuadian pria itu kembali menceritakan lelucon yang sama, dan ternyata tidak ada yang tertawa.
Pria tersebut kemudian tersenyum lebar, sambil berkata,
“Bila kamu tak bisa
tertawa berulang-ulang pada lelucon yang sama, lalu mengapa kamu terus
menangis, bersedih berulang-ulang pada masalah yang sama?”
Ucapan pria itu
mengingatkan kita bahwa kesusahan kemarin cukuplah untuk kemarin.
Masalah dan kesusahan, adalah tanda bahwa Tuhan sedang memperhatikan dan
membimbing kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dewasa,
lebih kuat dan lebih bijak.
Jalani hidup dengan kepala tegak, tatap masa depan dan terus melangkah hingga sampai pada tujuan yang sejati.
source: Zoom Indonesia

No comments:
Post a Comment