Pages

7 Dec 2012

Rumput, Cuaca, dan Tangkai

Matahari tampak terlalu malas untuk memunculkan dirinya, sehingga suasana hari ini tidak terlalu terang. Begitu juga dengan rerumputan yang ada di sekolahku.
Rumput: "Ada apa dengan cuaca hari ini?? kenapa begitu membuatku takut?"
Tiba-tiba setangkai pohon ikut menimbrung
Tangkai: "Hahaha, buat apa kamu takut dengan cuaca? Bukan kah lebih baik jika hujan?"
Rumput tampak kaget, tapi dia tetap menjawab tangkai
Rumput: "Memang betul, tapi cuaca kali ini berbeda, ada sesuatu yang ganjal"
Tangkai: "Apa bedanyaa?"
Rumput: "Tidak mendung tapi juga tidak panas"
Tangkai: "Ya bagus bukan?"
Rumput: "Tidak, cuacanya sangat aneh"
Tangkai: "Mungkin memang aneh, tapi sudahlah apa yang bisa kita perbuat? Kita hanya bisa berharap agar cuacanya kembali membaik seperti biasa dan kita harus percaya apa maksud dari cuaca"
Rumput: "Percaya maksud dari cuaca??"
Tangkai: "Iya, kita harus percaya alasan cuaca menjadi mendung, terang, terik, dan juga seperti sekarang ini, percaya bahwa apa yang dilakukannya akan baik untuk kita"
Rumput: "Oooh.. sebenarnya.. aku ingin percaya, tapi aku terlalu takut jika terjadi sesuatu"
Tangkai: "Kamu harusnya takut jika hujan deras datang, bukan dengan cuaca seperti ini"
Rumput: "Tidak, aku lebih takut yang seperti ini, karena bisa membuatku takut terus menerus dan menduga-duga kapan berakhirnya ini semua daripada hujan lebat yang hanya membuatku takut sebentar dan semuanya langsung berakhir"
Tangkai: "Tapi bukankah akan lebih menakutkan jika langsung berakhir?"
Rumput: "Iya memang, tapi bila setiap hari terus begini, rasa takutku tidak akan hilang-hilang"
Entah apa yang ditakuti rumput dengan cuaca. Tapi satu hal yang pasti, rumput ingin jika cuaca mendung ya mendung, cerah ya cerah, bukan cerah iya mendung iya.

No comments:

Post a Comment