Pages

24 Dec 2012

Tamuku, aku minta maaf


Mereka akan datang dan mereka juga akan pergi. Ketika mereka datang, ada yang kita duga dan ada yang tidak. Ada yang kita ketahui kapan mereka akan meninggalkan kita dan ada juga yang tidak.

Ketika para tamu datang ke rumahku, sebetulnya aku sebal karena mereka hanya bisa mengganggu dan mengusik ketenanganku. Kenyataan itu pun benar. Mereka benar2 menggangguku, awalnya.

Aku selalu mengira mereka hanya akan membawa keburukan saja, tapi ternyata tidak. Itu hanya perasaan menduga-dugaku belaka. Ternyata mereka juga bisa membuatku bahagia. Bisa membuatku tertawa terbahak-bahak dengannya. Bisa membuatku rindu dengan tingkah laku dan wajahnya.

Bagi mereka para tamu yang pergi tanpa ijin ku dahulu, kalian jahat. Berani-beraninya kalian meninggalkanku begitu saja? Apa menurut kalian aku ini benda yang bisa kalian tinggalkan begitu saja? Apa menurut kalian aku tidak akan kecewa jika kalian meninggalkanku? Apa menurut kalian aku bisa melupakan kalian sepenuhnya? Kalian sungguh egois.

Bagi mereka para tamu yang pergi dengan seijinku, kalian juga sama jahatnya. Kenapa?­­­ karena kalian tidak memahami perasaanku ketika aku bilang iya silahkan pergi. Itu begitu menyakitkan. Sangat menyakitkan. Tega-teganya kalian meninggalkan ku dengan sejuta rasa rindu ini? Bagaimana kaian bisa melakukan ini padaku? Aku sangat kecewa pada kalian. Aku ingin kalian masih ada di sini bersamaku. Memberikan tambahan cahaya untuk menerangi kehidupanku. 

Bisakah kalian kembali padaku sekarang? Aku sungguh takut kehilangan kalian semua.
Bisakah kalian memberikan apa yang sudah kalian ambil? Aku sangat membutuhkannya sekarang
Bisakah kalian memahami ku? Aku hanya berbohong kemarin
Bisakah kalian memaafkanku? Maaf karena aku sudah berbohong pada kalian. Maaf karena aku sudah menjadi manusia yang munafik
 
Tamuku, bisakah kau membuat senyuman dipipiku kembali seperti dahulu? Bisakah? 




this is for you yog, sorry

No comments:

Post a Comment